Home › News & Event
08 Oktober 2012 00:00 WIB
Kehamilan Trimester Pertama Seri 2

Kehamilan menyebabkan serangkaian perubahan di dalam tubuh Mum yang tidak jarang diikuti rasa tidak nyaman, seperti morning sickness, pembengkakan tangan, wajah, tungkai, pergelangan kaki dan kaki, atau nyeri punggung. Karenanya kami hadir kembali untuk berbagi mengenai kiat-kiat agar Mum merasa nyaman selama menjalani masa kehamilan.

Nyaman selama hamil

Menyiasati morning sickness
Salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama, yaitu mual-mual atau muntah di pagi hari (morning sickness). Istilah ini sebenarnya kurang tepat karena morning sickness dapat dialami ibu hamil kapan saja, tidak hanya di pagi hari. Beberapa ibu hamil bahkan mengalaminya sepanjang hari.

Morning sickness merupakan kondisi yang dialami oleh sebagian besar (70-85%) ibu hamil.1 Gejala ini umumnya mulai muncul pada usia kehamilan sekitar 4 minggu, dan mencapai puncaknya pada usia 9 minggu. Rasa mual muntah ini mulai berkurang pada usia kehamilan sekitar 20 minggu.

Berdasarkan penelitian, gejala morning sickness berhubungan dengan tingginya kadar hormon human Chorionic Gondadotropin (hCG), yaitu hormon yang timbul saat ibu hamil. Semakin tinggi kadar hCG yang terkandung di dalam tubuh seorang ibu hamil, semakin besar kemungkinan ibu hamil tersebut mengalami morning sickness. akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungannya.

Morning sickness yang terjadi di awal-awal masa kehamilannya (trimester pertama) biasanya membuat nafsu makan ibu hamil menurun, sehingga kecukupan nutrisi yang seharusnya diperoleh dari makanan tidak lagi terpenuhi. Asupan nutrisi, seperti vitamin dan mineral, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin, terlebih lagi selama trimester pertama, dimana berlangsung proses pembentukan organ-organ tubuh & sistem saraf janin.

Walaupun tampak sepele, tetapi mual dan muntah yang terjadi hampir sepanjang hari dapat mengganggu aktivitas, keadaan umum dan sosialisasi ibu hamil hingga mempengaruhi kondisi kesehatannya, termasuk status gizinya, yang tentunya akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungannya.

Morning sickness yang terjadi di awal-awal masa kehamilannya (trimester pertama) biasanya membuat nafsu makan ibu hamil menurun, sehingga kecukupan nutrisi yang seharusnya diperoleh dari makanan tidak lagi terpenuhi. Asupan nutrisi, seperti vitamin dan mineral, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin, terlebih lagi selama trimester pertama, dimana berlangsung proses pembentukan organ-organ tubuh & sistem saraf janin.

Jika Mum tidak berupaya keras untuk melawan atau mengatasi rasa mual dan muntah tersebut, maka Mum dapat mengalami kekurangan vitamin dan mineral yang akhirnya berisiko menyebabkan kelainan atau cacat bawaan pada janin. Oleh karena itu, morning sickness perlu diatasi sejak dini agar tidak berdampak buruk terhadap kondisi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan morning sickness:
• Makan dalam porsi kecil (sedikit) tetapi sering, misalnya tiap 1-2 jam. Setelah makan, jangan langsung minum, tetapi tunggulah kira-kira 20 sampai 30 menit kemudian, baru minum.
• Sediakan camilan, seperti biskuit, di samping tempat tidur. Makanlah camilan tersebut pada pagi hari sesudah bangun tidur dan sebelum meninggalkan tempat tidur. Bila Mum bekerja, sediakan camilan di meja kerja Mum.
• Beberapa makanan/minuman yang dapat membantu meredakan mual, contohnya: pretzel, buah segar (mangga, semangka, melon, dll), jus jeruk/lemon, sup jamur, kentang lumat (mashed potatoes), agar-agar.
• Saat ini di pasaran sudah tersedia susu ibu hamil dengan berbagai rasa yang sudah diformulasikan secara khusus sehingga tidak menimbulkan rasa mual, dan sekaligus dapat memberikan nutrisi tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil yang meningkat.


 • Setelah usia kehamilan memasuki minggu ke 16, Mum dianjurkan untuk tidur dalam posisi miring
• Untuk mengurangi pembengkakan di tungkai dan kaki : duduk dengan posisi kaki ditinggikan, jangan gunakan sepatu bertumit tinggi
• Mengendalikan suasana hati: Perubahan suasana hati bisa terjadi akibat perubahan kadar hormon dalam kehamilan. Curhat, makan makanan sehat, batasi asupan gula dan kafein, tetap aktif tetapi cukup istirahat merupakan beberapa cara yang dapat ibu lakukan untuk membantu mengatasi ketidakstabilan emosi.
• Produksi hormon selama hamil menyebabkan otot di saluran cerna mengalami relaksasi sehingga makanan dan asam berada lebih lama dalam lambung, dan terkadang menyebabkan terjadinya aliran asam lambung berbalik ke tenggorokan. Untuk mengatasinya hindari makanan pedas atau berminyak, kurangi buah jeruk/ sitrus, tomat, lada hitam, kafein (kopi, teh, coklat). Tidur dengan posisi badan bagian atas lebih tinggi, dan jika akan tidur, beri jarak 2 jam setelah makan.


Payudara
Bagian lain yang tak kalah penting dan berkembang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan adalah payudara. Saat ini payudara Mum dipersiapkan untuk dapat memberikan air susu ibu (ASI) kepada Buah Hati saat ia lahir nanti.
Mum akan merasakan payudara melunak, bertambah besar dan berat, seiring dengan perkembangan kelenjar dalam payudara yang menyerupai ’kantung ASI’. Bertambahnya suplai aliran darah ke dalam payudara, menyebabkan pembuluh balik (vena) pada payudara tampak lebih gelap. Puting susu bertambah besar dan lebih menonjol keluar. Daerah berwarna coklat di sekitar puting susu, atau ‘areola mammae’ atau dikenal sebagai kalang payudara, saat ini sedang dipersiapkan untuk menyalurkan ASI untuk Buah Hati. Dari kantung susu inilah akan dihasilkan ASI yang kaya akan energi dan mengandung berbagai komponen daya tahan tubuh yang penting bagi Buah Hati.

 Tips:
• Kenakanlah ’bra’ sesuai perkembangan besar payudara Mum, agar payudara Mum dapat ditopang dengan nyaman.
• Kenakanlah ’bra’ dengan tali pundak yang lebar dan mangkok / ’cup bra’ yang dapat menopang payudara dengan baik dan nyaman.
• Jangan menggenakan ’bra’ dengan penopang kawat dan tali karet lingkar dada yang terlalu ketat, karena dapat mengganggu sirkulasi darah sekitar payudara.
• Jagalah kebersihan dan kelembaban kulit payudara.

Kaki dan tangan
Pada penghujung hari, setelah Mum seharian bekerja dan hendak sejenak beristirahat, mungkin Mum pernah merasakan sepatu atau sandal yang biasanya cukup saat dikenakan menjadi sempit. Hal ini mungkin disebabkan oleh pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Apa yang menyebabkan kaki dan pergelangan kaki membengkak? Selama kehamilan, produksi darah dan cairan bertambah 50% untuk memenuhi kebutuhan janin. Oleh karena itu kaki dan pergelangan kaki ibu hamil dapat membengkak akibat tambahan cairan dan volume darah selama kehamilan.

Pembengkakan atau edema dapat terjadi pada tangan, wajah, tungkai, pergelangan kaki dan kaki. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi pembengkakan atau edema:
• Mum berdiri terlalu lama
• Aktivitas Mum sepanjang hari yang melelahkan
• Mum mengonsumsi kafein
• Asupan natrium yang tinggi

Edema normal terjadi pada ibu hamil, terutama saat trimester 3, namun ada keadaan yang perlu diwaspadai jika Mum mengalami pembengkakan yang hebat disertai tekanan darah tinggi dan ada protein pada pemeriksaan urin, ketiga hal ini merupakan tanda pre eklampsia. Hendaknya Mum segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal.

Nyeri punggung
Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami saat kehamilan, terutama memasuki trimester akhir. Berikut ini adalah beberapa kiat mengatasi nyeri punggung, agar Mum tetap nyaman selama menjalankan aktivitas sehari-hari. Seiring dengan bertambah besarnya bayi dalam rahim, tubuh ibu hamil cenderung lebih berat ke depan. Sebagai kompensasinya, biasanya Mum mencondongkan badannya ke belakang dan hal ini dapat menyebabkan otot – otot punggung mengalami peregangan berlebihan dan mengakibatkan nyeri.

Tips:
Untuk mencegah timbulnya nyeri punggung pada ibu hamil, lakukan aktivitas berikut ini dengan posisi yang benar yaitu:
• Berdiri tegak dengan bagian punggung rileks. Jangan berdiri dengan posisi lutut terkunci.
• Saat mengendarai mobil, duduklah dengan posisi lutut sejajar dengan panggul dan sisipkan bantal kecil sebagai penopang pada punggung bagian bawah, dan silangkan sabuk pengaman di bawah perut.
• Saat tidur letakkan bantal diantara kedua tungkai dan di bawah perut agar tulang punggung ibu tidak teregang.
• Saat berbaring letakkan bantal di bawah tungkai dan kaki, dan sandarkan kepala pada bantal.

Permudahlah aktivitas ibu dengan posisi yang benar:

Bergabung dengan
Club Bintang Anmum
Dapatkan info event terkini
Konsultasi dengan dokter ahli
Berbagi diforum dengan bunda
Informasi program terkini

Bintang Anmum
@bintanganmum