Home › News & Event
29 Januari 2012 18:35 WIB
Tingkatkan EQ Bayi Sejak Dalam Kandungan

Banyak dialami oleh ibu-ibu yang sedang hamil, terjadinya perubahan fisik menjadikan perubahan pula pada psikologisnya. Misalnya, perubahan bentuk tubuh yang awalnya kurus, langsing, cantik, kini berubah menjadi gemuk, jerawatan disertai bau badan yang tak sedap. Hal tersebut seringkali membuat ibu hamil mudah emosional dan sensitif.

Jika dibiarkan terjadi, kondisi ini bisa mempengaruhi kecerdasan emosional (EQ, Emotional Quotient) janin. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menyatakan bahwa bayi yang masih dalam kandungan otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang. Artinya, ia sudah dapat menerima dan memberikan respon terhadap stimulasi emosi sang ibu. Nah, bagaimana cara ibu hamil menghindari stimulasi negatif sehingga dapat meningkatkan kecerdasan emosi bayi sejak dalam kandungan?

1. Rajin berdoa
Berdoa adalah bentuk pengharapan ibu terhadap janin yang dikandungnya kepada Sang Pencipta. Perasaan nyaman dan damai yang muncul saat berdoa,akan menstimulasi dan menenangkan emosi bayi Anda.

2. Melihat/mendengar hal-hal positif

Bacakanlah buku atau cerita positif, atau berceritalah hal-hal yang baik, sehingga itu akan menjadi akrab di telinganya saat ia telah berada diluar kelak.

3. Berkomunikasi
Berbicara atau bernyanyi untuk bayi Anda dengan suara menenangkan. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa janin menanggapi suara ibu mereka dengan tenang dan memperlambat detak jantung mereka sehingga emosinya lebih stabil.

4. Bermain
Bermain bisa dengan cara gerakan fisik, misalnya mengelus perut, bermain dengan musik yang menenangkan. Musik klasik sering disarankan. Jangan bermain sesuatu dengan keras, suara sumbang, karena hal ini mungkin mengejutkan bayi.

5. Olah raga
Selain meningkatkan kebugaran ibu dan menguatkan saat persalinan, olah raga adalah salah satu jalan yang menjaga agar emosi ibu tetap stabil.

6. Melibatkan suami
Membisikkan kata-kata positif dan mengajak bicara bayi saat didalam perut ibu membuahkan kedekatan emosi ayah dan bayi. Suara ayah yang berat membuat bayi lebih mengenalnya dibanding dengan suara ibu. Perasaan senang ibu yang mengandungnya melihat hubungan yang baik antara ayah dan anaknya akan menambah stimulus positif.

7. Sadari emosi diri
Bayi didalam kandungan membutuhkan stabilitas emosi dan mental ibu yang mengandungnya sehingga emosinya juga terjaga. Menurut penelitian, ibu yang mengalami depresi saat hamil akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak saat lahir, diantaranya adalah hiperaktif, sering ketakutan dan tak bisa berkonsentrasi.

Apabila ibu hamil merasa sedih atau stress segeralah alihkan ke hal-hal positif dan segera menyadari bahwa perasaan terebut tidak baik bagi perkembangan janin.

Bergabung dengan
Club Bintang Anmum
Dapatkan info event terkini
Konsultasi dengan dokter ahli
Berbagi diforum dengan bunda
Informasi program terkini

Bintang Anmum
@bintanganmum