Home › Detail
21 November 2011 00:00 WIB
Panduan Stimulasi untuk Anak

Warna-Warna Untuk Anak

Kaitan warna dengan emosi anak ternyata memang berhubungan. Walaupun hal itu tidak bisa digeneralisaiasi karena tergantung budaya Negara masing-masing. Contohnya di Amerika warna merah dinilai dapat membangkitkan semangat atau agresivitas. Sementara di China, merah menyimbolkan perayaan dan keberuntungan, serta menimbulkan efek menenangkan.
Menurut beberapa penelitian, anak-anak cenderung tertarik dengan warna-warna cerah dibanding warna pastel.

Warna & Interior

Ayah dan Bunda harus berhati-hati dalam memilih warna untuk kamar anak. Terutama pada ruangan dimana anak-anak menghabiskan waktunya seperti ruang tidur, kamar mandi, ruang bermain dan ruang belajar.  Namun ruangan lain seperti ruang tamu, ruang makan dan ruang keluarga tidak terlalu berpengaruh terhadap anak.
Anak-anak cenderung memberikan reaksi positif terhadap warna cerah seperti pink, biru atau merah. Mereka pun cenderung bereaksi negatif terhadap warna-warna gelap seperti coklat, hitam atau abu-abu. Karena itu dianjurkan meletakkan warna-warna cerah di sekeliling anak karena dapat merangsang kreatifitas, memperkuat daya imajinasi, memberi semangat, mepengaruhi rasa estetika dan memperkuat rangsangan motorik.

Efek Universal Warna

Merah: dinamis, bersemangat, menstimulasi, aktif, kuat, hangat, agresif.

Bila terlalu banyak, warna ini dapat menimbulkan kemarahan, tekanan, ketidaksabaran, intimidasi, dendam, dan suasana ribut.

Sebaiknya, jangan digunakan untuk kamar bayi (di bawah 1 tahun).

Kuning: warna yang susah ditangkap mata, ceria, hangat, dan berenergi.

Namun warna ini kurang cocok untuk kamar tidur anak karena terlalu terang akan menyebabkan silau dan sulit untuk beristirahat.
 
Biru: warna yang paling nyaman untuk mata, menenangkan, aman, menerima, sabar.

Terlalu banyak warna biru dapat menyebabkan rasa dingin dan membuat anak jadi pasif. Jika ingin menggunakan warna biru, pilih yang warnanya tidak terlalu pucat sehingga tak terkesan dingin.

Hijau: rileks, sepi, natural, menenangkan dan terkesan malu-malu.

Terlalu banyak hijau, akan membuat anak menjadi malas, sehingga untuk menetralisir dapat dikombinasikan dengan merah atau oranye.

Oranye: percaya diri, ramah, penuh keceriaan.

Warna oranye di kamar bisa membuat anak selalu terjaga, sehingga harus dikombinasikan dengan warna lain. Jika terlalu banyak oranye, bisa membuat ruangan terasa gelap, sehingga memerlukan banyak cahaya yang masuk.

Ungu: bisa meningkatkan imajinasi anak dan kreativitas.

Tapi terlalu banyak ungu juga bisa membuat mood anak terganggu dan menyebabkan anak terlalu ingin berkuasa.

Lilac: terkesan spiritual.

Jangan gunakan lilac di kamar anak laki-laki karena bisa membangkitkan sifat feminin. Agar tak terasa hambar, padukan dengan warna hitam atau perak.


Stimulasi Otak

Ternyata berbicara dengan janin dapat menstimulasi otak sejak dini. Rangsangan tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan sinaps (proses sinaptogenesis), yang membutuhkan banyak sialic acid untuk membentuk gangliosida yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.

Sentuhan halus pada perut iIbu disertai bicara, bernyanyi atau membaca do'a untuk janin didalamnya perut Ibu. Bisa juga memperdengarkan lagu klasik melalui earphone, namun penting diingat bahwa si Ibu juga harus menyukai lagu klasik, sebab suasana hati Ibu memengaruhin janin. Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap hari, setiap saat Ibu bisa berinteraksi dengan janin, saat mandi, memasak, atau berbaring santai.

Setelah kelahiran, tentunya cara stimulasinya berbeda. Berikut adalah cara menstimulasi bayi sesuai perkembangan usianya.

0-3 bulan
Memberikan rasa aman dan nyaman adalah sangat penting bagi Ibu pada  bayi.  Berikan  kenyamanan pada bayi  dengan  menatap mata bayi, memeluk, menggendong, membunyikan suara atau musik,  beri rangsangan untuk meraih mainan, menggulingkan badan ke kanan/kiri, tengkurap-telentang.

3-6 bulan
Memperlihatkan wajah bayi di cermin, bermain 'cilukba', bernyanyi, beri rangsangan untuk tengkurap-telentang, duduk.

6-9 bulan
Panggil namanya, bersalaman, bertepuk tangan, bacakan dongeng, bernyanyi atau bermain musik bersama, rangsang untuk duduk, berlatih berdiri dengan berpegangan.

9-12 bulan
Menyebut nama orang tua, kakak, berlatih berdiri, jalan sambil berpegangan, minum dari gelas, masukkan mainan ke dalam wadah, berikan mainan sederhana berbentuk binatang.

12-18 bulan
Susun balok kubus, bermain puzzle sederhana, latihlah untuk berjalan tanpa berpegangan, melepaskan celana, menendang bola, mengerti apa yang diperintahkan (apa ini, pegang ini, mana buku, ambil ini), bacakan dongeng yang lebih panjang.

18-24 bulan
Perkenalkan benda-benda disekitar rumah, tunjuk, sebutkan dan tanyakan bagian-bagian tubuh, pakai baju-celana, cuci-tangan, menggambar atau mewarnai, latihan berlari, lempar bola, lompat, ajak bicara tentang keseharian, misalnya tentang makan, minum dan mandi.

2-3 tahun
Tambahkan pengetahuan dengan mengenalkan warna, pengenalan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah), menghitung benda, sikat gigi, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil/besar di toilet, untuk menambah perbendaharaan katanya bacakan cerita yang agak panjang.

Setelah 3 tahun
Belajar menulis serta memegang pensil yang baik, mengenal huruf dan angka, kemandirian (bisa ditinggal di sekolah), berbagi dengan teman.

Rangsangan harus dilakukan dengan suasana bermain yang menyenangkan disertai kasih sayang secara terus menerus dan berbagai macam variasi. Hal itu akan merangsang pembentukan cabang-cabang sel otak, melipatgandakan jumlah hubungan antarsel otak sehingga membentuk sirkuit otak yang lebih kompleks.


Apakah otak bayi berkembang terus menerus?

Otak anak berkembang dengan sangat cepat,  dan pertumbuhan ini berlanjut sampai pada tahap perkembangan dewasa muda. Performa optimal otak di keterampilan tertentu dapat  muncul pada usia 3,5 - 4,5; 6-7; 10-12; 14-16; 19-21 dan 24-26.

Meskipun otak anak-anak jauh lebih efisien dibandingkan orang dewasa dalam mempelajari keterampilan tertentu, misalnya belajar bahasa baru, namun anggapan bahwa keterampilan tak dapat dipelajari di usia selanjutnya adalah anggapan yang keliru. Memang bila kita telah melewati satu tahapan krusial untuk mempelajari bahasa, maka itu akan membutuhkan usaha yang lebih keras, dan lebih lama. Tapi tetap saja keterampilan itu dapat dikuasai karena otak kita memang sangat mudah beradaptasi.


Apakah anak membutuhkan mainan khusus untuk perkembangan otaknya?

Bukti-bukti tentang Neuroscience (ilmu yang mempelajari tentang otak) menunjukkan bahwa tak ada teknik khusus untuk mempercepat fase alamiah dalam perkembangan otak di masa kanak-kanak. Hal yang paling tepat untuk menumbuh-kembangkan anak dengan baik adalah dengan mencintai dan memberinya perhatian dan perawatan yang responsif.  

Hanya 16 hari setelah embrio terbentuk, sebuah struktur yang dinamakan cetakan saraf (neural plate) mulai terbentuk. Dalam beberapa hari cetakan ini berkembang menjadi pembuluh saraf yang membentang sepanjang punggung embrio. Pada hari ke-27, pembuluh tersebut tertutup dan terus berkembang menjadi otak dan saraf tulang belakang. Otak tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat sampai beberapa tahun kedepan sehingga otak anak dapat mencapai 90% ukuran otak dewasa sebelum anak mencapai usia 4 tahun.

Periode dari pembuahan sampai sekitar anak berusia 3 tahun adalah masa paling penting, dimana otak bayi tumbuh sangat pesat dan pada masa ini pengalaman positif dan negatif dapat memberikan dampak yang dramatis dan menetap terhadap perkembangan kognitif anak.

Cukup dua gelas Anmum Materna sehari, memberi Anda 100% kebutuhan harian asam folat dan 50% kebutuhan zat besi.

Beri si kecil permulaan yang mudah

Perkembangan otak bayi sangat sensitif sejak pembuluh saraf tertutup. Jika pembuluh ini tidak tertutup dengan baik 4 minggu setelah pembuahan, maka otak bayi tidak akan terbentuk sama sekali. Hal ini disebut anencephaly dan akan selalu berakibat fatal. Jika bagian ujungnya tidak tertutup, maka bayi dapat terlahir dengan kondisi cacat tulang belakang (spina bifida), yang mungkin tidak menujukkan gejala, atau ia akan menderita kelumpuhan dan kehilangan daya sensasi.

Tapi ada kabar baik untuk itu, yakni ibu mengonsumsi suplemen asam folat setiap hari, sejak sebulan sebelum pembuahan sampai akhir trisemester pertama kehamilan. Ini dapat secara siginifikan menurunkan resiko kerusakan pembuluh saraf (neural tube). Salah satu cara paling baik adalah dengan makan secara benar dan berusaha mendapatkan nutrisi yang baik dari makanan sehat untuk meningkatkan pertumbuhan sel otak bayi.

Tahukah Anda? Sel-sel otak janin terbentuk selama ia berada di kandungan, dan saat janin lahir, sel-sel itu saling terkoneksi lewat stimulasi visual, motorik, bahasa dan sosial. Semakin banyak koneksi ini tersambung, bayi akan semakin belajar dan mengembangkan kemampuan kognitif dan daya ingatnya (memori).

Ini artinya, selama menjalani kehamilan Anda harus bersungguh-sungguh memperhatikan asupan makanan yang bisa membantu regenerasi sel di otaknya. Temukan bagaimana Anmum Materna bisa membantu memberi awal yang baik untuk otak si kecil. Mintalah sampel gratis di sini! Pastikan Anda mendapat cukup nutrisi, begitu juga sikecil di dalam kandungan sana!


Memberi Makan' otak si kecil


Nutrisi memiliki pengaruh yang sangat besar pada perkembangan otak sejak masa kehamilan sampai anak kira-kira berusia 2 tahun. Ukuran otak bayi saat dilahirkan sangat dipengaruhi oleh kualitas nutrisi yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan. Ibu hamil harus mengonsumsi tambahan 300 kalori perhari, termasuk 10-12 gram ekstra protein dan harus menambah setidaknya 20% berat badan dari berat badan ideal mereka sebelum hamil. (misalnya berat badan ideal 50 kg sebelum hamil, maka ketika hamil setidaknya berat badan harus naik 10 kg). Setelah melahirkan, kualitas nutrisi dari makanan ibu juga sangat penting untuk pertumbuhan otak.

ASI menyediakan paduan nutrisi sempurna dengan proporsi yang tepat, dan penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki intelegensi yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang diberikan susu formula.

Tahu Anda? Anmum Lacta adalah susu yang sangat baik untuk ibu menyusui karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan dalam membantu perkembangan otak bayi anda. Mintalah sampel gratis Anmum Lacta di sini!

Emosi dan proses belajar bayi

Ketika dilahirkan, otak bayi mengandung 100 milyar saraf. Jumlah sebanyak itu sama seperti jumlah bintang di gugusan Bima Sakti. Kemudian, otak bayi berkembang membuka cabang – cabang dan saling berhubungan yang disebut sinaps yaitu hubungan antar sel saraf. Sampai usia 3 tahun, otak menghasilkan lebih banyak sinaps-sinaps (percabangan). Sinaps-sinaps yang paling banyak digunakan akan menjadi permanen, sedangkan yang jarang digunakan akan tereliminasi dalam proses yang disebut pemangkasan.

Stimulasi dini pada awal kehidupan sangat penting untuk pembentukan sinaps, karena otak pada masa kecil paling fleksibel dan mudah digunakan untuk belajar. Semua bukti menunjukkan bahwa cara yang paling baik untuk membantu perkembangan otak adalah dengan memastikan adanya kedekatan emosional sejak dini dengan orangtua atau pengasuhnya.

Mainan-mainan mahal, flash cards maupun kartu-kartu angka dan huruf bukanlah cara terbaik untuk mengoptimalikan perkembangan otak anak Anda. Ada hal yang lebih penting yaitu perkembangan emosional dan perkembangan sosial, dan bagaimana Anda sebisa mungkin menciptakan kehidupan masa kanak-kanak mereka yang bebas dari stress. Sinaps yang terbentuk di dalam lingkungan yang penuh cinta dan pengertian akan memberikan pengaruh pada kemudahan untuk belajar, dan sebaliknya, sinaps yang terbentuk dalam lingkungan yang penuh dengan stress biasanya akan terkait dengan munculnya masalah perilaku dan kognitif.

Anak yang selalu terhubung dengan orangtuanya, perkembangan otaknya akan berjalan sangat baik dan akan semakin responsif menerima stimulasi. Sementara jika anak tidak merasa aman maka ia akan lebih sulit untuk belajar. Lebih dari itu anak juga akan merasa tertarik belajar bila dalam belajar ia dihargai oleh orang-orang yang peduli dengannya. Oleh karena itu, buang flashcards Anda dan berikan sekarang juga pelukan dan ciuman untuk mereka.

Tahukah Anda? Sel-sel otak janin terbentuk selama ia berada di kandungan, dan saat janin lahir, sel-sel itu saling terkoneksi lewat stimulasi visual, motorik, bahasa dan sosial. Semakin banyak koneksi ini tersambung, bayi akan semakin belajar dan mengembangkan kemampuan kognitif dan daya ingatnya (memori).
Ini artinya, selama menjalani kehamilan Anda harus bersungguh-sungguh memperhatikan asupan makanan yang bisa membantu regenerasi sel di otaknya. Temukan bagaimana Anmum Materna bisa membantu memberi awal yang baik untuk otak si kecil. Mintalah sampel gratis di sini! Pastikan Anda mendapat cukup nutrisi, begitu juga sikecil di dalam kandungan sana!

Belajar dan bermain bersama si kecil

Bayi yang baru lahir mungkin terlihat belum siap untuk belajar dan bermain, namun demikian semua inderanya telah bekerja dan sudah bisa menerima sensasi, suara, stimulasi visual dan mengenali suasana dunia di sekelilingnya. Karena Anda adalah dunianya, ajari mereka untuk merasa aman dan dicintai: penuhi dengan senyuman, suara yang lemah lembut serta sentuhan dan pelukan yang hangat.

Apa yang dipelajari bayi saya?

Wajah orangtuanya adalah ’mainan’ pertama dan paling mengagumkan untuk bayi yang baru dilahirkan. Bayi sangat senang memandang wajah Anda dan wajah Andalah segala hiburan yang dibutuhkannya saat itu. Berikan limpahan senyuman dan ajaklah ia bicara agar ia terbiasa dengan suara Anda.

Asal tahu saja, bayi sangat ingin tahu dengan suara yang didengarnya, tapi tidak ada yang lebih ingin ia ketahui selain suara orangtuanya. Ia akan cepat belajar untuk mengasosiasikan suara Anda dengan kebutuhannya; makan, kehangatan dan sentuhan. Ia akan mendengarkan dengan seksama ketika Anda berbicara dengannya. Bila Anda memperlihatkan antusiasme pada suara yang ia buat, ia akan belajar bahwa Anda ingin ia belajar mengeskpresikan dirinya.

Melalui interaksi ini, Anda juga akan belajar mengenali kapan bayi siap untuk belajar dan bermain, dan kapan waktu yang tepat untuk meninggalkannya sendiri. Sebab bayi Anda juga butuh untuk ’berhenti’ sejenak agar tidak menjadi over stimulasi.

Apa yang harus saya lakukan?
Bayi yang baru dilahirkan menyukai perhatian. Berbicara dengannya, membacakan cerita, menimang, menggendong dan menciumnya merupakan cara yang tepat untuk membangun ikatan dan saling mengenal.

Bayi baru bahkan sangat senang mendengarkan musik dan senang bila dibacakan cerita. Bahkan, sebagian bayi sebenarnya mengingat lagu-lagu dan cerita yang sering mereka dengar ketika masih di dalam kandungan! Walaupun lagu atau cerita yang ia dengar tidak familiar baginya, ia tetap akan merasa senang.

Berikan bayi mainan sederhana namun dapat merangsang pengelihatan, pendengaran dan  indera perabanya. Mainan itu misalnya cermin anti pecah, mainan bayi/kerincingan, atau mainan bercorak. Pilih mainan dengan warna-warna yang mencolok dan kontras; corak merah-hitam akan cocok untuk bayi yang baru lahir.

Penglihatan bayi yang baru lahir belum berkembang dengan baik oleh karena itu warna yang kontras akan membantunya untuk fokus dan menjaga minatnya.  Meskipun demikian, jangan terlalu berlebihan, berikan bayi Anda satu mainan dalam satu waktu. Terlalu banyak mainan justru akan membuat bayi terlalu banyak mendapat stimulasi dan merasa bingung.

Bermain di masa ini berbeda dengan ’bermain’ di usia kanak; di saat ini bermain untuk bayi-bayi adalah bagaimana belajar mengenal dunianya. Berikut adalah beberapa cara bermain yang dapat Anda lakukan dengan bayi, namun tetaplah sesuaikan dengan kondisi Anda!

Menari. Pasang musik yang cukup nge-beat. Gendong bayi dan dekatkan wajahnya ke wajah Anda. Dengan lembut ayunkan/timang bayi mengikuti alunan musik tersebut. Jangan sungkan untuk bernyanyi di hadapannya.

Permainan Nama. Sebutkan nama anggota tubuhnya.Mainkan permainan sederhana, misalnya menyebut kedua kakinya lalu berpindah ke kedua tangannya.


Gelitik. Pangku dan gelitik anak anda dengan pola yang berbeda, misalnya pendek-pendek, panjang-pendek.

Perkembangan berbahasa anak

Usia Anak

Tipikal Perkembangan Bahasa

6 bulan

  • Verbalisasi dengan intonasi
  • Berespon bila dipanggil namanya
  • Berespon terhadap suara orang walaupun orangnya tidak ada dengan menoleh atau mencari sumber suara melalui pandangan mata.
  • Memberikan respon yang tepat bila ada orang berbicara dengan nada marah atau ramah.

12 bulan

  • Menggunakan 1 atau dua kata (mungkin merupakan penggalan dari kata)
  • Dapat mengerti instruksi sederhana, khususnya bila instruksi disertai dengan tanda fisik (misalnya minta untuk mengambil gelas, dengan menunjuk gelasnya)
  • Berlatih intonasi suara

18 bulan

  • Kosa katanya sudah mencapai 5- 20 kata
  • Kata-kata yang dihapalnya biasanya kata benda
  • Mengulangi kata atau frase berulang-ulang
  • Dapat mengikuti perintah sederhana

24 bulan

  • Dapat menyebutkan nama beberapa benda yang sering dijumpainya
  • Dapat menggunakan setidakanya 2 kata keterangan, biasanya antara didalam, di atas, dibawah
  • Dapat membuat kalimat yang terdiri dari 2 kata, biasanay kombinasi antara kata kerja dan kata benda.
  • 2/3 dari ucapannya sudah dapat dimengerti
  • Perbendaharaan kata-kata mencapai 150-300 kata.
  • Kelancaran bicaranya kadang masih miskin.
  • Belum dapat mengontrol dengan baik volume suara
  • Dapat menggunakan 2 kata ganti dengan benar misalnya saya, kamu.
  • Sudah mulai muncul ’punyaku’
  • Dapat berespon bila diminta untuk menunjukkan indranya (misalnya: rambut mana? Hidung yang mana? Dst)

36 bulan

  • Dapat menggunakan kata ganti orang ’saya’, ’kamu’ dengan benar.
  • Dapat menggunakan kata yang artinya jamak dan masa lalu (kemarin)
  • Sudah mengetahui setidaknya 3 kata depan didalam, diatas, dibawah
  • Sudah mengetahui sebagian besar anggota tubuh dan tahu bila orang lain menunjuk bagian tubuh dengan nama yang salah. (misalnya: menunjuk mata tapi bilangnya hidung à anak akan tahu bahwa itu salah).
  • Dapat membuat kalimat dari 3 kata dengan mudah.
  • Sudah memiliki perbendaharaan kata setidaknya 900-1000 kata.
  • 90% kata-katanya sudah dapat dimengerti.
  • Mulai sering menggunakan kata kerja
  • Dapat mengerti sebagaian besar pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan lingkungannya dan aktivitasnya.
  • Dapat menghubungkan pengalamannya sehingga bisa mengerti alasan suatu kejadian.
  • Mengerti konsep sebab akibat à misalnya sudah mengerti bila ada pertanyaan ’apa yang harus dilakukan bila kita mengantuk, lapar, kedinginan atau kehausan?
  • Dapat menyebutkan jenis kelaminnya, nama dan usianya.
  • Jangan mengharapkan anak anda akan menjawab semua pertanyaan meskipun ia mengerti apa yang diharapkan.

48 bulan

  • Tahu nama beberapa binatang yang familiar dengannya
  • Dapat menggunakan setidaknya 4 kata depan atau dapat mengerti arti preposisi yang diucapkan oleh orang lain (misalnya diminta untuk menaruh gelas diatas mejaà mengerti arti kata diatas dan dapat menaruhnya)
  • Dapat menyebutkan nama benda di buku atau majalah
  • Tahu satu atau lebih warna
  • Dapat mengulangi 4 digit bila diberikan secara perlahan
  • Dapat mengulang 4 kata-kata.
  • Dapat memahami istilah lebih dan dibawah
  • Dapat mengucapkan semua huruf fokal, diftong dan dapat mengucapkan konsonan p, b, m,w, n dengan baik
  • Senang berpura-pura 

 

  • Mengerti konsep lebih panjang, lebih besar ketika diperlihatkan benda yang besar dan panjangnya berbeda. 
  • Siap untuk mengikuti permintaan/perintah sederhana meskipun stimulusnya tidak tampak (misalnya minta untuk mengambilkan lapà dapat pergi ke ruangan lain dan mengambil lap) 
  • Sering mengulang kata-kata, frase, atau suara-suara.

60 bulan

  • Dapat menggunakan kata-kata secara spontan baik kata sifat maupun kata kerja
  • Tahu lawan kata yang umum digunakan : besar-kecil, banyak-sedikit, keras-lembut, berat-ringan

 

  • Dapat menghitung sampai 10
  • Kata-katanya dapat dimengerti walaupun masih memiliki masalah artikulasi.
  • Sudah mengetahui semua cokandan konsonan, m, p, b, h, w, k, g, t, d, n, ng, y.
  • Dapat mengulangi kalimat yang terdiri dari 9 kata
  • Dapat menyebutkan benda berdasarkan kegunaannya (topi, sepatu, kursi)
  • Dapat mengikuti 3 perintah sekaligus.
  • Mengetahui usianya
  • Pengerti konsep waktu sederhana; pagi, siang, malam, nanti, setelah, sambil, besok, kemarin, hari ini
  • Dapat menggunakan kalimat panjang dan dapat menggunankan beberapa kata gabung dan kalimat yang cukup rumit.
  • Sudah dapat mengucapkan kata-kata dengan benar.

6 tahun

  • Sudah dapat mengucapkan huruf f, v, sh, zh, th dengan baik
  • Ucapannya sudah dapat dimengerti dengan lengkap dan sesuai dengan konteksnya.
  • Dapat menceritakan /membuat cerita dari gambar, dan dapat mengenali hubungan antara benda dengan situasinya

7 tahun

  • Sudah dapat menguasai konsonan s,z, r, th, ch, wh,
  • Dapat menggunakan lawan kata dengan mudah: laki-laki – perempuan, pria—wanita, terbang—berenang, tumpul—tajam, pendek-panjang, manis-asin dan lain-lain
  • Mengerti konsep : seperti/mirip, berbeda, awal/permulaan, akhir dan lain-lain.
  • Mengetahui jam terutama per 15 menit (misalnya 12 seperempat)
  • Dapat membaca dan menulis banyak kata-kata

8 tahun

  • Dapat menghubungakan kejadian-kejadian, antara masa lalu dengan sekarang.
  • Dapat membuat kalimat yang rumit/kompleks dengan mudah
  • Semua suara termasuk konsonan yang sulit dapat dikuasai
  • Dapt membaca dengan mudah, menulis juga lebih lancar
  • Dalam berbicara sudah sesuai dengan situasinya
  • Sudah dapat mengontrol volume suara dan kecepatan ucapannya.
  • Dapat mengikuti pembicaraan seperti orang dewasa
  • Mengikuti perintah yang kompleks dengan pengulangan sedikit
  • Sudah mengerti konsep waktu dan angka.




Berkomunikasi dengan anak

Apakah Anda ingat pada tangisan pertama si kecil saat ia mengawali kehidupannya di dunia ini? Awalnya, bagi Anda tangisan itu mungkin seperti bahasa asing. Namun lama kelamaan, Anda dapat memahami ’bahasa’ si kecil dan dapat memenuhi apa yang ia butuhkan.

Setelah melahirkan, secara alamiah sebenarnya Anda telah mengenalkan cara berkomunikasi kepada bayi; ada sentuhan, belaian yang menyejukkan, gendongan dan ekspresi wajah. Di saat itu, si kecil akan berusaha mempelajari bahasa Anda, dan di saat yang Anda pun belajar memahami bahasanya.

Bagaimanakah bayi berkomunikasi?

Bayi Anda dilahirkan dengan kemampuan menangis, sebagai alat komunikasinya sementara waktu. Tangisan bayi secara umum memberitahu ada sesuatu yang salah/tidak nyaman dengan dunianya: mungkin ia lapar, celananya basah, kakinya dingin, merasa lelah, ingin dipeluk atau ingin digendong.

Seiring dengan itu Anda pun akan segera dapat mengenali kebutuhan mereka dan dapat memberi respon dengan tepat. Sebenarnya, apa bayi yang butuhkan dapat dikenali dari tangisannya- misalnya, ketika ia merasa lapar , tangisannya mungkin akan singkat dan tidak keras, bila ia merasa kesal tangisannya akan terdengar sangat nyaring.

Bayi Anda juga akan menangis bila ia merasa terlalu banyak suara atau cahaya di sekitarnya. Jangan terlalu kesal ketika bayi menangis dan Anda tidak dapat menenangkannya segera, sebab menangis adalah salah satu caranya untuk menjauhkan stimulus yang datang padanya ketika ia merasa tidak nyaman. Ketika ia menangis, perhatikan bagaimana ia mendengarkan Anda berbicara lembut padanya. Walaupun ia belum dapat menatap (karena koordinasi matanya belum bagus) ia mungkin akan berusaha mengubah posisi badan atau ekspresi wajahnya atau bahkan menggerakakn tangan dan kakinya pada saat Anda bicara.

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, namun ia juga dapat berkomunikasi dengan cara lain. Belajar mengenali bahasa mereka merupakan sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Lebih dari itu, hal ini dapat memperkuat ikatan Anda dengan si kecil.

Apa yang harus saya lakukan?

Begitu Anda memeluknya untuk pertama kali, itulah saat dimana Anda berdua akan mulai saling berkomunikasi. Bertukar pandangan, saling bertukar suara dan sentuhan adalah wujud komunikasi itu. Di saat ini si kecil akan langsung belajar tentang dunianya dengan semua inderanya.

Indera peraba dan pendengarannya merupakan indera yang sangat penting. Ia akan merasa ingin tahu dengan suara-suara yang ia dengar, tapi ia akan lebih tertarik pada suara yang langsung ditujukan padanya. Ajak ia bicara kapanpun Anda punya kesempatan. Meskipun ia belum mengerti apa yang Anda katakan, namun suara Anda yang menenangkan adalah yang ia perlukan untuk menyamankannya. Dengan sentuhan, bayi juga belajar mengenal kehidupan. Karena itu hujani ia dengan ciuman lembut dan ia akan merasakan bahwa dunia merupakan tempat yang aman baginya.

Berkomunikasi dengan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhannya. Usahakan selalu merespon tangisan bayi—ia tidak akan menjadi anak manja meskipun Anda memberinya perhatian yang melimpah. Respon segera yang Anda berikan akan membuatnya mengetahui bahwa dirinya penting dan berhak mendapatkan perhatian.

Mungkin akan ada waktu dimana Anda telah memenuhi semua kebutuhannya, namun ia tidak akan berhenti menangis. Jangan berputus asa. Ia mungkin merasa mendapatkan terlalu banyak stimulasi, sakit perut atau mungkin terlalu banyak energi yang perlu disalurkan dengan menangis. Adalah hal yang umum bila ada saat-saat dimana bayi akan sangat rewel diwaktu yang sama tiap malam.  Biasanya antara tengah malam sampai  dini hari. Inilah momen yang mungkin sedikit membuat Anda jengkel, namun tak perlu kuatir biasanya ini takkan berlangsung lama; sebagian besar bayi akan berhenti melakukannya pada usia sekitar 3 bulan.

Ada beberapa hal yang dapat Anda coba untuk menenangkannya. Sebagaian bayi akan merasa nyaman dengan gerakan seperti ditimang atau digendong sambil berjalan atau diayun-ayun. Sebagian yang lain akan berespon terhadap suara serpeti musik yang lembut atau suara mesin penyedot debu. Tentu Anda akan membutuhkan waktu untuk mengetahui apa yang paling dapat membuat bayi merasa nyaman

Apa yang harus saya perhatikan?

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika tangisan bayi terlihat tidak seperti biasanya; menangis lebih lama dari biasanya, tangisan terdengar aneh, atau jika tangisannya berhubungan dengan penurunan aktivitas, asupan makanan berkurang, gangguan napas atau ada gerakan yang tidak wajar.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa bayi menangis terus-menerus:

Sakit. Bayi yang justru menangis lebih kencang ketika digendong atau diayun-ayun mungkin sedang sakit. Hubungi dokter.

Iritasi mata. Goresan pada kornea atau benda asing di matanya akan menyebabkan matanya merah dan berair. Hubungi dokter anda.

Nyeri. Peniti yang terbuka atau benda lain yang mungkin dapat menyakiti kulitnya. Cari apakah ada benda-benda yang mungkin menyakitinya.

Bergabung dengan
Club Bintang Anmum
Dapatkan info event terkini
Konsultasi dengan dokter ahli
Berbagi diforum dengan bunda
Informasi program terkini

Bintang Anmum
@bintanganmum